Jumat, 11 Juli 2014

jenis-jenis keterampilan menyimak dan berbicara



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Keterampilan berbahasa terdiri atas keterampilan berbahasa lisan dan keterampilan berbahasa tulis. Dalam kehidupan sehari-hari, menyimak dan berbicara merupakan kegiatan berbahasa lisan yang biasa kita lakukan. Di mana pun kita berada, kedua jenis keterampilan berbahasa ini hampir selalu kita perlukan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berbahasa lisan merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatihkan kepada para siswa di sekolah. Oleh sebab itu, dalam subunit ini akan dibahas topic Strategi Pembelajaran Bahasa Lisan. Dalam kegiatan berbahasa sehari-hari, menyimak dan berbicara berlangsung dalam waktu bersamaan.Pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan strategi pembelajaran berbahasa lisan merupakan prasyarat bagi Anda agar mampu melaksanakan pengajaran bahasa di kelas sehingga pada akhirnya keterampilan berbahasa lisan siswa meningkat dengan baik.
 Implikasinya, pembelajaran berbahasa di SD harus difokuskan pada kemampuan siswa memahami dan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran keterampilan berbahasa tidak boleh ditafsirkan sebagai mengajarkan memahami dan menggunakan bahasa, tetapi harus dipahami sebagai mengajak siswa berlatih memahami dan menggunakan bahasa, terutama di SD.             Dengan pemahaman seperti ini, guru akan terdorong untuk merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran menyimak, dan berbicara dengan lebih bervariasi lagi sehingga pengalaman belajar dari kegiatan pembelajaran ini tambah bermakna bagi siswa.






1.2  Rumusan Masalah

·         Apa saja strategi dalam pembelajaran berbahasa lisan?
·         Apa saja permasalahan, solusi dan jenis-jenis dalam keterampilan menyimak?
·         Apa saja permasalahan, solusi dan jenis-jenis dalam keterampilan berbicara?

1.3              Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
·         Untuk mengetahui strategi apa saja yang bisa dilakukan dalam pembelajaran berbahasa lisan.
·         Untuk mengetahui permasalahan, solusi dan jenis-jenis dari berbagai macam keterampilan menyimak dan berbicara
·         Sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan tugas mandiri dari dosen mata kuliah













BAB II
PEMBAHASAN
2.1 strategi dalam pembelajaran berbahasa lisan
 strategi dan teknik dalam proses pembelajaran merupakan dua istilah yang sering digunakan oleh guru . Strategi merupakan rencana yang cermat mengenai suatu kegiatan untuk mencapai sasaran khusus, sedangkan siasat merupakan siasat yang dilakukan guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk dapat memperoleh hasil yang optimal.
Di dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa yang menjadi sasaran pokok, yaitu menyimak, berbicara, menuli, dan membaca. Keterampilan menyimak dan berbicara dikategorikan dalam keterampilan berbahasa lisan, sedangkan keterampilan menulis dan membaca dikategorikan dalam keterampilan berbahasa tulis. Menyimak dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan yang amat fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Dengan  keterampilan menyimak dan berbicara  kita dapat memperoleh dan menyampaikan informasi. Maka dengan itu menyimak dan berbicara tidak dapat dipisahkan.Agar pembelajaran berbahasa lisan memperoleh hasil yang baik, strategi pembelajaran yang digunakan guru harus memenuhi kriteria berikut.
1) Relevan dengan tujuan pembelajaran                       
2) Menantang dan merangsang siswa untuk belajar
3) Mengembangkan kreativitas siswa secara individual ataupun kelompok.
4) Memudahkan siswa memahami materi pelajaran
5) Mengarahkan aktivitas belajar siswa kepada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
6) Mudah diterapkan dan tidak menuntut disediakannya peralatan yang rumit.
7) Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.




Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk SD, dapatlah dikemukakan beberapa strategi pembelajaran berbahasa lisan sebagai berikut:
1) Simak - Terka
Guru mempersiapkan deskripsi sesuatu benda tanpa menyebut nama bendanya. Deskripsi itu disampaikan secara lisan kepada siswa. Kemudian siswa  diminta menerka nama benda itu.
2) Simak --Berantai
 Guru membisikkan suatu pesan kepada seorang siswa. Siswa tersebut membisikkan pesan itu kepada siswa kedua. Siswa kedua membisikkan pesan itu kepada siswa ketiga. Begir\tu seterusnya. Siswa trerakhir menyebuitkan pesan itu dengan suara jelas di depan kelas. Guru memeriksa apakah pesan itu benar-benar sampai pada siswa terakhir atau tidak.
3) Bermain Peran
Bermain peran adalah simulasi tingkah laku dari orang yang diperankan. Tujuannya adalah :
(1) melatih siswa untuk menghadapi situasi yang sebenarnya,
(2) melatih praktik berbahasa lisan secara intensif,
(3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya berkomunikasi.
Dalam bermain peran, siswa bertindak, berlaku, dan berbahasa seperti
orang yang diperankannya. Dari segi bahasa berarti siswa harus mengenal dan dapat menggunakan ragam-ragam bahasa yang sesuai.
4) Dramatisasi
Dramatisasi atau bermain drama adalah kegiatan mementaskan lakon atau cerita. Biasanya cerita yang dilakonkan sudah dalam bentuk drama. Guru dan siswa terlebih dahulu harus mempersiapkan naskah atau skenario, perilaku, dan perlengkapan. Bermain drama lebih kompleks daripada bermain peran. Melalui dramatisasi, siswa dilatih untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya dalam bentuk bahasa lisan


2.2 permasalahan, solusi dan jenis-jenis  keterampilan menyimak
Tujuan utama pembelajaran menyimak, melatih siswa memahami bahasa lisan. Oleh sebab itu, pemilihan bahan pembelajaran menyimak harus disesuaikan dengan karakteristik siswa SD.
            Pembelajran menyimak di kelas rendah sebaiknya tidak disertai dengan kegiatan menulis sebab kemampuan menulis kelas rendah masih sangat terbatas. Bahan simakan untuk kelas tersebut sebaiknya berupa perintah, pertanyaan atau petunjuk lisan yang menghendaki jawaban singkat atau perbuatan sebagai jawabannya.
Secara umum, bahan pembelajaran menyimak dapat menggunakan bahan pembelajaran membaca, menulis, kosakata, karya sastra, bahan yang disusun guru senndiri atau ambil dari media cetak. Teknik penyajiannya dapat dibacakan langsung oleh guru atau alat perekam suara.
            Setelah menyampaikan bahan pembelajaran, guru secara langsung dapat mengadakan Tanya Jawab tentang isi materi yang sudah disampakannya atau menugasi siswa untuk menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan lebih dulu. Pertanyaan yang baik harus disusun secara sistematis.
Keterampilan Menyimak
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman untuk memperoleh informasi,menangkap isi atau pesan ,serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
Permasalahan dalam menyimak :
Solusi :
1.      Konsentrasi
Faktor yang mengganggu konsentrasi saat menyimak yaitu :
a)      Situasi dan kondisi lingkungan yang tidak nyaman
b)      Pakaian pembicara
c)      Orang yang datang terlambat
d)     Kurangnya penguasaan kata-kata ilmiah
e)      Cara pembicara menyampaian materi yang kurang menarik
Solusinya yaitu kita harus senantiasa menjaga pikiran agar selalu fokus dan berpusat pada objek pembicaraan,selain itu juga yang terpenting yaitu niat dan motivasi dari diri kita sendiri.
 2.      Pendengaran
Kurangnya data dengar yang baik dan jelas dikarenakan bisingnya suasana lingkungan,karena ada gangguan pendengaran dan kurangnya alat yang medukung dalam kegiatan penyampain materi.
Solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu kita harus selalu berkonsentrasi supaya apa yang disampaikan dapat kita terima dengan baik,apabila terdapat masalah dalam pendengaran sebaiknya diperiksakan ke dokter.
3.      Pemahaman
Hal-hal yang menjadi penghambat proses pemahaman bahan simakan yaitu pembicara menggunakan kata-kata yang kurang baku,susunan kalimat yang tidak baik,dan kemampuan mengolah kalimat yang kurang baik.
Solusi untuk hal tersebut yaitu seharusnya pembicara menggunakan kata-kata yang baku,materi yang disampaikan harus memiliki susunan kalimat yang baik,dan sebagai penyimak haris berlatih untuk meningkatkan kemampuan otak dalam konsentrasi dan mengolah isi kalimat yang disampaikan.
4.      Daya Ingat
Daya ingat yang kurang bisa menjadi penghambat dalam mengerti isi dari bahan simakan tersebut.Oleh karena itu kita dapat mencatat poin-poin penting dari materi tersebut,mereview catatan secara periodik,memperhatikan pembicara dengan seksama.
Ada beberapa langkah khusus dalam meningkatkan kemampuan mengingat adalah sebagaimana dijelaskan oleh De Potter (2009) :
a)      Buat sesuatu yang ingin diingat menjadi lucu.
b)      Baca obyek pertama dan kedua,ucapkan keduanya dengan keras dan lantang tanpa melihat tulisan.
c)      Setiap selesai mengingat obyek,ulangi ucapannya tanpa tulisan dengan lantang
d)     Setelah yakin bisa mengingatnya istirahatlah 10-20 menit.

5.      Motivasi
Faktor yang menjadi penyebab menurunnya motivasi kita untuk menyimak yaitu cara penyampaian materi yang jenuh serta rasa malas untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk meningkatkan motivasi,kita harus menguatkan tekad dan niat untuk mendapatkan ilmu dari simakan tersebut,melawan rasa malas itu dengan cara mengingat akan manfaat dari isi simakan tersebut,dan memiliki rasa keingintahuan dalam simakan tersebut.
6.      Situasi dan Kondisi
Situasi dan kondisi yang kurang baik akan mengganggu konsentrasi kita saat menyimak.Berkaitan dengan hal tersebut sebaiknya kita memperhatikan situasi dan kondisi ruangan yaitu mengenai ketenangan ruangan,tempat yang dibutuhkan,dan alat-alat yang perlu dilibatkan,serta harus siapkan fisik dan mental yang baik dan tidak lelah.
 7.      Bahasa/Kosakata
Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan keadaan yang ada,memperbanyak membaca karena dari sana kosakata kita akan bertambah,mencari tahu arti dari kata yang belum kita tahu,serta konsentrasi agar kita dapat memahami materi yang sedang kita simak.
Cara memperluas kosa kata seseorang antara lain dapat dikemukakan:melalui proses belajar,melalui konteks,melalui kamus,kamus sinonim dan tesaurus,dan dengan menganalisa kata-kata.
Jenis Menyimak
Jenis jenis menyimak yaitu sebagai berikut :
a.       Menyimak Ekstensif
Menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran,tidak perlu dibawah bimbingan seorang guru.
Menyimak ekstensif meliputi :
1)      Menyimak Sosial.
Biasanya berlangsung dalam situasi tempat orang mengobrol atau bercengkrama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang yang hadir.
2)      Menyimak Sekunder
Menyimak sekunder adalah kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstentif (extensive listening).Contohnya saat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah seperti melukis sambil mendengarkan musik.
3)      Menyimak Estetik (Aestetic Listening)
Menyimak estetik adalah fase terakhir dan kegiatan termasuk ke dalam menyimak secara kebetulan dan menyimak secara ekstensif.Menyimak estetik mencakup :
a)      Menyimak musik,puisi,pembacaan bersama,atau drama radio dan rekaman-rekaman.
b)      Menikmati cerita ,puisi,irama dan lakon-lakon yang diceritakan.
4)      Menyiamak Pasif (Passive Listening)
Menyimak pasif adalah penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai uapaya-uoaya kita saat belajar dengan kurang teliti,tergesa-gesa,menghafal luar kepala,berlatih snatai,serta menguasai suatu bahasa.
Teknik-teknik menyimak pasif :
a)      Berilah otak dan telinga kesempatan menyimak banyak-banyak.
b)      Tenang dan santai
c)      Jangan memasang rintangan bagi bunyi
d)     Berilah waktu yang cukup bagi otak dan telinga
e)      Beri kesempatan bagi otak dan telinga bekerja,sementara kita mengerjakan sesuatu yang lain.
b.      Menyimak Intensif
Menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi dan dikontrol.
Jenis-jenis menyimak intensif :
1)      Menyimak Kritis (Critical Listening)
Menyimak kritis merupakan sejenis kegiatan menyimak berupa pencarian kesalahan,kekeliruan atau hal-hal yang baik dan benar dari ujaran pembicara dengan alasan-alasan yang kuat dan masuk akal.


2)      Menyimak Kreatif (Creative Listening)
Menyimak kreatif adalah sejenis kegiatan menyimak yang mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi,penglihatan,gerak, yang dirangsang oleh sesuatu yang disimaknya.
3)      Menyimak Eksploratif
Menyimak eksploratif bersifat menyelidiki,atau exploratory listening adalah kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit.
4)      Menyimak Interogatif
Menyimak interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi,pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran pembicara,karena penyimak akan banyak mengajukan pertanyaan.
5)      Menyimak Selektif
Menyimak selektif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal bunyi-bunyi asing,nada dan suara,bunyi-bunyi homogen,kata-kata,frase-frase,kalimat-kalimat,dan bentuk-bentuk bahsa yang sedang dipelajarinya.










2.3 permasalahan, solusi dan jenis-jenis dalam keterampilan berbicara.
Keterampilan Berbicara
Permasalahan dalam keterampilan berbicara :
Solusi :
1.      Kepercayaan Diri
Percaya diri merupakan suatu apresiasi bagi diri sendiri.Faktor kurangnya kepercayaan diri kita yaitu selalu gemetar,tegang,kurang pengalaman,belum terbiasa berbicara ,kurang persiapan,dan pemalu sehingga sulit berbicara.
Solusi untuk permasalahn tersebut yaitu hendaknya sebelum berbicara kita berdoa terlebih dahulu,selalu berpikir positif dan tenang,yakin dan fokus pada apa yang tengah kita sampaikan,sering berkumpul dengan orang yang pandai berbicara,melatih berbicara yaitu bisa dengan berbicara di depan kaca atau di tempat sepi,sikap kita harus sopan,menebar senyum,dan berpakaian rapi,serta mempersiapkan kerangka pembicaraan.
Untuk mengurangi rasa gugup saat membawakan materi kita harus menjadi diri sendiri,biarkan personalitas anda menjadi rileks,gunakan teknik menari nafas dalam,mulai presentasi dimana anda merasa nyaman atau latihan dengan teman bagi perasaan takut dengan teman.
2.      Pengetahuan
Kurangnya pengetahuan tentang apa yang akan dibicarakan dapat disebabkan karena kita tidak rajin membaca,sehingga saat akan menyampaikan materi kita akan tidak percaya diri.Solusinya yaitu rajin membaca,jadikan membaca sebagai kebutuhan.
3.      Cara Penyampaian dan Penyajian
Cara penyampaian materi yang kurang baik akan membuat pendengar merasa bosan.Hal itu disebabkan karena percaya diri yang kurang ,ekspresi yang kurang,persiapan yang kurang dan pemberian penyegaran yang kurang.Oleh karena itu agar cara kita menyampaikan materi baik kita harus melakukan persiapan yang maksimal yaitu dengan membaca dan menguasai materi,berlatih berbicara/menyampaikannya dengan bahasa lisan yang baik dan melatih keterampilan dalam berbicara.

4.      Topik/Materi
Salah satu masalah dalam keterampilan berbicara yaitu materi yang disampaikan kurang menarik.Oleh sebab itu sebelu kita menyampaikan materi kita harus pintar dan kreatif mencari topik yang sedang hangatdibicrakan di umum,dan bertanya kepada yang ahli untuk menambah informasi.
Untuk memilih sebuah topik yang baik,maka pembicara harus memerhatikan beberapa aspek berikut :
a)                  Topik yang dipilih hendaknya telah diketahui,serta ada kemungkinan untuk memperoleh lebih banyak keterangan atau informasi.
b)                  Persoalan yang dibawakan hendaknya menarik perhatian pembicara sendiri.
c)                  Persoalan yang dibicarakan hendaknya menarik pula perhatian pendengar. 5.      Penguasaan Materi
Masalah yang dihadapi yaitu kurangnya memahami materi yang akan dibicarakan dan malas memahmi materi.Solusinya yaitu rajin membaca buku agar dapat menguasai materi yang akan disampaikan.
6.      Situasi Kondisi
Pembicara harus menyiapkan diri lahir maupun batin,suasana harus mendukung kegiatan tersebut,sarana dalam proses berbicara harus disesuaikan dengan kebutuhan,serta menyesuaikan pembicaraan dengan keadaan yang sedang berlansung saat itu dan perhatikan psikologi pendengaran.
7.      Penampilan
Penampilan adalah penentu keberhasilan dalam berbicara.Oleh karena itu penampilan harus disesuaikan dengan keadaan acara,untuk menarik perhatian pendengar,kita harus berani berbicara di depan umum,serta kondisi tubuh harus fit.
8.      Pengetahuan Bahasa
Permasalahan dalam pengetahuan bahasa yaitu meliputi bahasa / pilihan kata yang tidak mudah di mengerti, berbicara dengan kosa kata yang salah, ketika melafalkan kosa kata.oleh karena itu pengucapan dalam jeda kata-kata di sesuaikan oleh kemampuan pendengar,bahasa yang baik dan benar.


JENIS-JENIS BERBICARA
Bila diperhatikan mengenai bahasa pengajaran akan kita dapatkan berbagai jenis berbicara. Antara lain: diskusi, percakapan, pidato menjelaskan, pidato menghibur, ceramah. Berdasarkan pengamatan ada lima landasan yang digunakan dalam mengklasifikasikan kegiatan berbicara  yaitu:
A )          Situasi
Aktivitas berbicara terjadi dalam suasana, situasi, dan lingkungan tertentu. Situasi dan lingkungan itu dapat  bersifat formal atau resmi, mungkin pula bersifat informal atau tak resmi. Dalam situasi formal pembicara dituntut berbicara secara formal, sebaliknya dalam situasi tak formal, pembicara harus berbicara tak formal pula. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Suksesnya suatu pembicaraan tergantung pada pembicara dan pendengar. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupanmanusia sehari-hari, Untuk itu, diperlukan beberapa prasyarat.
 Jenis kegiatan berbicara informal meliputi :
Ø Tukar pengalaman,
Ø Percakapan,
Ø Menyampaikan berita,
Ø Menyampaikan pengumuman,
Ø Bertelepon
Ø memberi petunjuk (Logan,  dkk., 1972 :108).
 Sedangkan jenis kegiatan yang bersifat formal  meliputi :
Ø Perencanaan dan penilain
Ø Ceramah
Ø Interview
Ø Prosedur parlementer dan Bercerita (Logan, dkk., 1972: 116)




B )          Tujuan
Akhir pembicaraan, pembicara menginginkan respons dari pendengar. Pada umumnya tujuan orang berbicara adalah untuk menghibur, menginformasikan, menstimulasikan dan meyakinkan  atau menggerakan pendengarnya. Sejalan dengan tujuan berbicara tersebut di atas dapat kita klasifikasi berbicara menjadi 5 jenis, yaitu antara lain:
a.      Berbicara menghibur, biasanya suasana santai, rileks dan kocak. Tidak berarti bahwa berbicara menghibur tidak dapat membawakan pesan dalam berbicara menghibur tersebut pembicara berusaha membuat pendengarnya senang gembira dan bersukaria.
Contoh:
Jenis berbicara ini, antara lain lawakan, guyonan dalam ludruk, srimulat, cerita kabayan, cerita Abu Nawas dan lain-lain.
b.     Berbicara menginformasikan. Dalam  suasana serius, tertib dan hening. Berbicara menginformasikan pembicara berusaha berbicara jelas, sistematis dan tepat isi agar informasi benar-benar terjaga keakuratannya.
Contoh:
1. Penjelasan menteri penerangan mengenai sesuatu kejadian, peraturan pemerintah, dan sebagainya.
2.  Penjelasan PPL di depan kelompok tani, dan
3.  Penjelasan instruktur pada siswanya.
c.      Berbicara menstimulasi, berbicara menstimulasi juga berusaha serius, kadang-kadang terasa kaku, pembicara berkedudukan lebih tinggi dari pendengarnya dapat disebabkan oleh wibawa, pengetahuan, pengalaman, jabatan atau fungsinya yang memang melebihi pendengarnya. pembicara berusaha membangkitkan semangat pendengarnya sehingga pendengar itu bekerja lebih tekun, berbuat lebih baik, bertingkah lebih sopan, belajar lebih berkesenambungan.
Contoh:
1.        Nasehat guru terhadap siswa yang malas, melalaikan tugasnya
2.        Nasehat dokter pada pasiennya
3.        Nasehat atasan pada karyawan yang malas dan
4.        Nasehat ibu pada putrinya yang patah hati
C .            Metode penyampain
Bila belum, perhatikan empat (4) cara yang biasa digunakan orang dalam menyampaikan pembicaraannya, antara lain yaitu:
·         Penyampaian secara mendadak, terjadi karena  seseorang tanpa direncanakan sebelumnya harus berbicara di depan umum. Hal ini dapat tertjadi karena tuntutan situasi.
Misal:
Karena pembicara yang telah direncanakan berhalangan hadir tampil, maka terpaksa secara mendadak dicarikan penggantinya atau dalam suatu pertemuan seseorang diminta secara mendadak memberikan kata sambutan, pidato perpisahan, dan sebagainya.
·         Penyampaian berdasarkan cacatan kecil, biasanya berupa butir-butir penting sebagai pedoman berbicara. Berbasarkan catatan itu pembicara bercerita panjang lebar mengenai sesuatu hal. Hal ini dapat berhasil apabila pembicara sudah mempersiapkan dan menguasai isi pembicaraan secara mendalam sebelum tampil di depan umum.
·         Penyampaian berdasarkan hafalan, berbicara berdasarkan hafalan memang banyak ke lemahannya, pembicara mungkin lupa  akan beberapa bagian dari isi pidatonya, perhatiannya tidak bisa diberikan kepada pendengar, kaku dan kurang penyesuaian pada situasi yang ada.
·         Penyampain berdasarkan naskah. Berbicara yang berlandalandaskan naskah di laksanakan dalam situasi yang menuntut kepastian, bersifat resmi dan menyangkut kepentingan umum.
D . Jumlah penyimak
Komunikasi lisan melibatkan dua pihak, yaitu pendengar dan pembicara. Jumlah peserta yang berfungsi sebagai penyimak dalam komunikasi lisan dapat bervariasi misalnya satu orang, babarapa orang  (kelompok kecil) dan banyak orang (kelompok besar). Berdasarkan jumlah penyimak itu, berbicara dapat di bagi atas tiga (3) jenis, yaitu:
a.      Berbicara antar pribadi, atau bicara empat mata, terjadi apabila dua pribadi membicarakan, mempercakapkan, merundingkan, atau mendiskusikan.
b.     Berbicara dalam kelompok kecil, terjadi apabila seseorang pembicara menghadapi sekelompok kecil pendengar, misanya 3-5 orang
c.      Berbicara dalam kelompok besar. Terjadi apabila seorang pembicara menghadapi pendengar berjumlah besar atau massa.
h.          Peristiwa khusus
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kegiatan. Sebagian dari kegiatan itu dikategorikan sebagai peristiwa khusus, istimewa atau spesifik. Contoh kegiatan khusus itu adalah ulang tahun, perpisahan, perkenalan dan lain-lain. Berdasarkan peristiwa khusus itu berbicara atau berpidato dapat bigolongkan atas lima jenis.
·         Pidato presentasi, ialah pidato yang dilakukan alam suasana pembagian hadiah
·         Pidato penyambutan atau penyambutan berisi ucapan selamat datang pada tamu.
·         Pidato perpisahan, berisi kata-kata perpisahan
·         Pidato perkenalan, berisi penjelasan pihak yang memperkenalkan tentang nama,jabatan, pendidikan, pengalaman kerja, keahlian yang diperkenalka kepada tuan rumah.












BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberi pengalaman belajar kepada siswa. Strategi pembelajaran terdiri dari teknik (prosedur) dan metode yang akan membawa siswa pada pencapaian tujuan. Jadi, strategi lebih luas daripada metode dan teknik.
Untuk meningkatkan keterampilan berbicara, perlu adanya pembelajaran yang sesuai, salah satunya adalah pembelajaran dramatisasi kreatif. Dengan pembelajaran dramatisasi kreatif diharapkan hasil ketrampilan berbicara siswa menjadi meningkat dan lebih baik.
Ketermapilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat. Banyak profesi dalam kehidupan bermasyarakat yang keberhasilannya, antara lain bergantung pada tingkat ketermapilan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang,misalnya profesi sebagai manager, jaksa, pengacara, guru dan wartawan.
  Saran
Guru tidak dapat melepaskan diri dari bantuan media dalam melakukan pembelajaran berbicara. Dengan dukungan media, guru berharap dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa untuk menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan membentuk keterampilan berbicaranya.
Dalam kegiatan bermain peran, wawancara, diskusi, bertelepon, dan dramatisasi, misalnya guru dapat memanfaatkan media video untuk menampilkan model-model dari setiap kegiatan tersebut. Di samping itu, guru dapat memanfaatkan media gambar untuk kegiatan reka cerita gambar, memberi petunjuk, melaporkan, atau kegiatan lain yang membutuhkan bantuan konkretisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar