BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Suhu dan Kalor adalah dua hal yang tidak dapat dipisahka dalam kehidupan
kita sehari-hari. Banyak kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan dua hal
tersebut seperti hal yang paling sederhana saja perbedaan temperatur udara saat siang dan malam hari,
penurunan suhu teh panas jika ditambahkan dengan es batu, dan lain
sebagainya.Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk
kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik
dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat
berubah menjadi energi listrik.Pada dasarnya kehidupan manusia selama ini tidak bias
terlepas dari yang namanya suhu dan kalor. Dalam kehidupan manusia yang selalu
menjadikan kalor sebagai alat untuk menjaga kestabilan manusia dalam
menjalankan kehidupanya di muka bumi ini. Dalam modernisasi seperti ini
aplikasi kalor dibidang teknologi mungkin tidak sulit anda temukan bahkan juga
mungkin terdapat dirumah anda,yaitu lemari es, suatu mesin yang diantaranya
mengubah suatu air menjadi es.aplikasi perpindahan kalor di dalamanya di jumpai
pada sirkulasi udara di pantai. Pada siang hari bertiup angin dari laut menuju
darat, disebut angin laut. Begitu pula sebaliknya pada malam hari bertiup angin
dari darat menuju laut.Hal-hal tersebut merupakan bagian-bagian daripada suhu
dan kalor.
Makalah ini dispesifikasikan pada satu tinjauan permasalahan
yang dilihat dari berbagai topik yang muncul dari suhu dan kalor itu sendiri,
dimana pokok pembahasannya meliputi :
a.pengertian suhu dan kalor
b.pengukuran suhu
c.perubahan tingkat wujud
d.kesetaraan kalor dan energi mekanik
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa yang di maksud suhu?
2.
Bagaimana cara mengukur suhu?
3. Apa yang di maksud kalor?
4. Kesetaraan kalor dan energi mekanik?
5. Apa yang di maksud perubahan tingkat wujud?
1.3 Tujuan
Masalah
1. Mengetahui pengertian suhu dan
kalor.
2. Mengetahui cara mengukur suhu.
3. Mengetahui kesetaraan kalor dan
energi mekanik.
4. Mengetahui perubahan tingkat wujud.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Suhu
Suhu adalah
besaran yang menunjukkan derajat panas atau dingin suatu benda. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang
dingin memiliki suhu yang rendah.
2.2 pengukuran suhu
Perasaan kita tidak dapat menyatakan suhu suatu benda dengan
tepat, indera peraba kita tidak dapat menyatakan suhu dengan tepat, maka
manusia membuat alat yang dapat mengukur besar kecilnya suhu.
Termometer
adalah alat untuk mengukur suhu suatu benda dengan tepat.
Sifat mutlak yang dibutuhkan oleh
sebuah termometer :
1.
Skalanya mudah dibaca
2.
Aman untuk digunakan
3.
Kepekaan pengukurannya
4.
Jangkauan suhu yang mampu diukur
1. Termometer Cairan
Terbuat
dari pipa kaca yang berisi zat cair (alkohol atau air raksa). Termometer dibuat
dengan prinsip bahwa volume air akan berubah jika di panaskan/di dinginkan.
Zat
cair pengisi termometer ada 2 macam yaitu air raksa dan alkohol.
A. Termometer
air raksa.
Termometer raksa adalah termometer yang bahan pengisinya
adalah raksa.
Sebagai
contoh termometer raksa adalah termometer skala Celsius.

Keuntungannya:
1. Mudah dilihat karena mengkilat.
2. Raksa tidak membasahi kaca
ketika memuai dan menyusut
3. Raksa terpanasi secara merata sehingga menunjukkan
suhu dengan cepat dan tepat.
4. Jangkauan Suhu raksa cukup lebar (-
400 C sampai dengan 3600 C)
5.
Volume air raksa berubah secara
teratur.
Kerugiannya:
1. Harganya mahal.
2. Tidak dapat untuk mengukur suhu yang
sangat rendah.
3.
Zat yang beracun jika tabungnya
pecah berbahaya.
B. Termometer
Alkohol.
Alkohol juga dapat digunakan sebagai bahan pengisi
termometer
Keuntunganya :
1. Harganya murah.
2. Pengukuranya lebih teliti, karena
untuk kenaikan suhu yang kecil alkohol mengalami kenaikan volume yang lebih
besar.
3. Dapat mengukur suhu yang rendah
(titik bekunya -1120 C).
Kerugianya
:
1. Membasahi dinding kaca.
2. Titik didihnya rendah (780
C).
3. Tidak bewarna, harus di beri pewarna
sendiri.
Air
tidak dapat digunakan sebagai bahan pengisi termometer karena:
1. air membasahi dinding;
2. tidak berwarna sehingga sulit dibaca
3. jangkauan suhu terbatas 0o C - 100o C
4. perubahan volume air sangat kecil ketika suhu dinaikkan
5. air penghantar panas yang kurang
jelek sehingga dibutuhkan waktu yang lama.
Ada
beberapa termometer zat cair yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
antara lain :
1. Termometer klinis,
Termometer ini digunakan untuk
mengukur suhu tubuh manusia. Skala termometer klinis terletak antara
35oC dan 42oC.

2. Termometer dinding,
Termometer
dinding digunakan untuk mengukur suhu ruang. Sesuai dengan
namanya, termometer ini dipasang pada dinding ruangan. Skala termometer ini
memiliki jangkauan suhu yang dapat terjadi dalam ruang, misalnya –50oC
sampai 50oC

3. Termometer maksimum minimum Six.
Termometer maksimum-minimum Six digunakan untuk mengukur suhu dalam rumah
kaca, yaitu bangunan yang digunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan sebagai bahan
penelitian. Pada umumnya suhu maksimum terjadi pada siang hari dan suhu minimum
terjadi pada malam hari.
Termometer maksimum-minimum Six
dilengkapi dengan dua skala, yaitu skala minimum pada pipa kiri dan skala
maksimum pada pipa kanan. Jadi, suhu maksimum dan suhu minimum dapat dibaca
sesuai dengan tinggi kolom raksa pada masing-masing pipa.

Skala Termometer
Skala thermometer dibedakan menjadi menjadi skala
celcius, Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin. Untuk menentukan skala sebuah termometer diperlukan dua
titik tetap: titik lebur es sebagai titik tetap bawah dan titik didih air
sebagai titik tetap atas.
1. Termometer Skala Celsius
Andreas Celcius,
seorang sarjana kebangsaan Swedia
yang menemukan sistem skala suhu celcius. Skala celcius ia buat berdasarkan
pada titik beku air pada 0 o C dan titik didih air pada 100 o
C.
2. Termometer Skala Kelvin
Skala kelvin di
temukan oleh Lord Kelvin, Ia menetapkan apa yang disebut oo
mutlak (0o Kelvin). Nol mutlak ini adalah suhu ketika partikel
berhenti bergerak.Suhu mutlak (0o K) kalau di koversi ke celcius menjadi
-273,15 o C.suhu –273oC
dinamakan suhu nol mutlak. Seperti
telah diuraikan di atas, –273oC sama dengan 0o K atau 0oC
= 273 K. Oleh karena itu, pada skala Kelvin titik lebur es 0oC
diberi angka 273 K dan titik didih air 100oC diberi angka 373 K.
3. Termometer Skala Fahrenheit
Skala
Fahrenheit banyak digunakan di amerika serikat. Skala ini ditemukan oleh
ilmuan Jerman Bernama Gabriel Fahrenheit. Skala fahrenheit menggunakan campuran
antara es dan garam dengan titik beku air bernilai 32 o F dan titik
didihnya 212 o F.
4.
Termometer Skala Reamur
Nama reamur
diambil dari nama René Antoine Ferchault de Réaumur. Reamur mengusulkan suhu
titik beku air pada suhu 0 o C dan titik didihnya 80 o C
Konversi suhu
Skala celsius (titik lebur 0 ⁰C, titik didih 100⁰C)
Skala fahrenheit (titik lebur 32⁰F, titik didih 212⁰F)
Skala reamur (titik lebur 0⁰R, titik didih 80⁰R)
Skala kelvin (titik lebur 273 K, titik didih 373 K)
Perbandingan skala termometer
C : F : R : K = 100 : 180 : 80 : 100 = 5 : 9 : 4 : 5
Perbandingan skala Celcius dan Fahrenheit:
T⁰C={9/5 T+32}⁰F atau T°F={5/9(T-32)}⁰C
Skala celsius (titik lebur 0 ⁰C, titik didih 100⁰C)
Skala fahrenheit (titik lebur 32⁰F, titik didih 212⁰F)
Skala reamur (titik lebur 0⁰R, titik didih 80⁰R)
Skala kelvin (titik lebur 273 K, titik didih 373 K)
Perbandingan skala termometer
C : F : R : K = 100 : 180 : 80 : 100 = 5 : 9 : 4 : 5
Perbandingan skala Celcius dan Fahrenheit:
T⁰C={9/5 T+32}⁰F atau T°F={5/9(T-32)}⁰C
Gambar


2.3 Kalor
Kalor adalah suatu bentuk energi yang di pindahkan melalui
perbadaan suhu. Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu
rendah. Benda yang menerima kalor suhunya akan naik, sedangkan benda yang
melepaskan kalor suhunya akan turun.Satuan kalor
adalah kalor atau joule dengan koversi 1 kalori = 4,2 joule.
Rumus Kalor
Besar kecilnya kalor yang bekerja pada suatu zat
sangat dipengaruhi oleh tiga hal berikut:
massa zat (m) satuan kg
jenis zat (kalor jenis) (c) satuan joule/kg K
perubahan suhu (∆T) satuan ˚C
massa zat (m) satuan kg
jenis zat (kalor jenis) (c) satuan joule/kg K
perubahan suhu (∆T) satuan ˚C
Sehingga secara matematis didapatkan rumus kalor
:
Q = m.c.(T2 – T1) atau Q =
m.c.ΔT
Perpindahan Kalor
Perpindahan
kalor dapat terjadi melalui 3cara:
1. Konduksi
atau hantaran : perpindahan kalor melalui zat tanpa diserta perpindahan
partikel zat. Contoh : Besi yang dipanaskan ujungnya, maka ujung yang lain ikut
panas. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menemukan kejadian tersebut pada
alat panci logam,solder
2.
Konveksi : Perpindahan kalor melalui zat yang disertai perpindahan
partikel-partikel zat tersebut. Konveksi terjadi karena perbedaan massa jenis
Contoh : terjadinya angin laut,
angin darat,pengering rambut(hair dryer)
3.
Radiasi : Perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara
Contoh : panas matahari sampai ke bumi
Dalam kehidupan sehari-hari kita
dapat menemukan radiasi pada oven microwave dan radiasi panas dari tungku
perapian.
2.4 Kesetaraan antara satuan kalor dan
satuan energi
Besaran dalam Kalor
a.
Kapasitas kalor (C)
Kapasitas kalor adalah perbandingan antara jumlah kalor yang
diterima benda dengan kenaikan suhu atau banyak panas yang diperlukan untuk
menaikan sejumlah zat tertentu sebesar 1˚C atau 1 ˚K
|
C= Q/∆T
|
Keterangan:
∆T = kenaikan suhu (K)
Q = kalor (joule)
C = kapasitas panas (joule/K)
b. kalor jenis (c)
kalor jenis adalah perbandingan antara kapasitas panas
dengan masa benda atau banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu 1˚C
dari 1kg zat tersebut.
|
c = C/m =
Q/m∆T
|
Keterangan:
C =
kapasitas panas (joule/K)
m =
massa benda (kg)
c =
kalor jenis benda (joule/kg K)
kalor jenis hanya
tergantung pada jenis benda tersebut,sehingga masing-masing benda mempunyai kalor
jenis yang berbeda-beda.
Hukum kekekalan energy
untuk kalor
Energy
tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi eneri dapat berubah
dari satu bentuk energy ke bentuk energy yang lain.
sebagai contoh, energy mekanik dapat berubah menjadi energy listrik.kemudian energy listrik dapat berubah lagi menjadi energy cahaya dan seterusnya.
sebagai contoh, energy mekanik dapat berubah menjadi energy listrik.kemudian energy listrik dapat berubah lagi menjadi energy cahaya dan seterusnya.
Hukum kekekalan energy untuk kalor dapat diamati dengan
menggunakan calorimeter. Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur
kalor.
Menurut joseph black” jumlah kalor yang dilepas (Q lepas
)sama dengan kalor yang diterima ( Q terima ).
|
Q lepas
= Q terima
|
|
( m.c. ∆T ) lepas
= ( m.c. ∆T ) terima
|
Persamaan diatas di
kenal sebagai asas black.
Asas Black berbunyi : “banyaknya
kalor yang dilepaskan benda bersuhu tinggi sama dengan banyaknya kalor yang
diterima benda yang bersuhu lebih rendah”
2.5 Perubahan tingkat
wujud
Kita telah mengenal benda padat,
cair, dan gas. Benda-benda tersebut mengalami perubahan wujud. Perubahan wujud
yang dipelajari disini adalah
perubahan wujud yang dapat kembali.
perubahan wujud yang dapat kembali.
Gambar

Beberapa peristiwa perubahan
wujud benda antara lain:
Ø
mencair (melebur) : perubahan wujud benda padat menjadi benda cair.contohnya es yang
dicairkan
Ø
membeku :
perubahan wujud benda cair menjadi benda padat. Contoh agar-agar
Ø
menguap :
perubahan wujud benda cair menjadi gas. Contoh air yang didihkan
Ø
mengembun :
perubahan wujud benda gas menjadi benda cair. Contoh es teh, bagian luar gelas
tempat kamu membuat es teh menjadi basah
Ø
menyublim :
perubahan benda padat menjadi gas. Contoh kamper
Ø
menyublim :perubahan
benda gas menjadi padat. Contoh pengkristalan pada garam
kalor yang diperlukan oleh tiap
satuan massa zat untuk mengubah wujudnya disebut kalor laten dan suhu yang
terjadi selama perubahan wujud zat disebut suhu transisi. Jumlah kalor yang
diperlukan atau dilepaskan selama proses perubahan wujud zat adalah:
|
Q=m.L
|
Q=kalor yang diserap/dilepaskan
(kal/joule)
m= massa zat (gram atau kg)
L=kalor laten (kal/gr atau joule/kg)
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan materi diatas Suhu atau
temperatur benda adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda.
Benda yang panas eememiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang dinginkan
memiliki suhu yang rendah.
Kalor
adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang
suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan.Besar kalor yang diberikan
pada sebuah benda yang digunakan untuk menaikkan suhu tergantung pada :
Perpindahan
kalor dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
- Konduksi
- Konveksi
- Radiasi
benda
padat, cair, dan gas. Benda-benda tersebut mengalami perubahan wujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar